Catatan seorang guru yang sangat mencintai dunia anak, buku dan bacaan. Menyemangati orang agar suka membaca.
Minat
Reading to Learn, Learning to Read
Selasa, 07 Maret 2017
AKIBAT NEKAT. MENANGGUNG HUTANG 1 MILYAR
Oleh: Muh Muslih
Hallo, Hai, apa kabar semuanya? Semoga teman-teman di dunia maya dalam keadaan sehat. Amin.
Saya mau kabarkan tentang beberapa tanggapan terhadap tulisanku tentang dunia SLB, khususnya SLB Maarif Muntilan. Sejak pertama diposting, ‘Kisah Guru Madrasah dan SLB yang dikelolanya’ mendapat tanggapan positif yang sangat banyak. Tak kurang dari 14 ribu orang pernah membaca tulisan itu. Selain itu ada banyak dermawan, yang kadang saya tak tahu namanya memberi infaq dengan transfer ke rekening panitia pengadaan tanah SLB. Itu tentunya berkat kepercayaan orang terhadap niat mulia membantu anak-anak berkebutuhan khusus untuk memiliki tempat belajar yang memadai di SLB Maarif Muntilan.
Buah perjuangan itu telah membuahkan hasil. Alhamdulillah, kami jadi membeli tanah seluas 2.113 m untuk membangun SLB Maarif Muntilan dengan harga Rp 1,5 milyar. Bulan Agustus 2015 kemarin telah kami bayar semua tanggungan pada penjual. Tapi sayang, kami baru bisa mengumpulkan uang Rp 500 juta sehingga harus hutang Rp 1 milyar di bank. Dalam akta hutang tersebut dituliskan bahwa kami terikat dengan perjanjian hutang sebesar Rp 1 milyar yang harus kami lunasi selama 10 tahun dengan angsuran Rp 18,2 juta.
Banyak orang merasa kasihan kepadaku selaku orang yang bertanggung jawab atas lancarnya angsuran Rp 18,2 juta setiap bulan itu. Bahkan, kadang orang sering berlebihan dan mengkalkulasikan hutang itu dengan membandingkan gaji saya sebagai seorang PNS. “Bagaimana kamu akan membayar hutang-hutangmu?” tanya mereka atas kenekatanku itu. Selain itu, keluargaku sering komplain atas waktu yang banyak dikorbankan untuk mengurusi SLB. Kadang untuk rapat yang serius, beberapa kali harus pulang larut malam.
“Aku tidak sedih, juga tidak khawatir,” jawabku. “Semua yang kulakukan bukan untuk pribadi. Jadi hutang Itu juga bukan hutang pribadi. Karena Allah Maha Kaya, Dia tidak akan membiarkan hambaNYA menanggung hutang pribadi. Dia akan menggerakkan hati orang-orang dermawan untuk menginfakkan hartanya menutup kekurangan sisa pembelian tanah SLB sebesar Rp 1 milyar. Prinsipku, asalkan kepanitiaan tidak bubar dan orang-orang yang dipilih selalu amanah, maka aku tidak khawatir,” imbuhku pada teman-teman. “Yang diperlukan sekarang adalah berdoa dan berusaha sekuat mungkin.”
Teman-teman, kenekatan kami berhutang Rp 1 milyar adalah untuk orang banyak. Saya tidak bisa membayangkan kalau SLB Maarif Muntilan tidak segera mendapat tanah dan membangun ruang kelas baru, maka akan semakin banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang ditolak masuk SLB Maarif Muntilan karena alasan terbatasnya tempat. Kalau di SLB, kok ditolak, kemana lagi orang tua mereka akan menitipkan anaknya bersekolah untuk bisa mandiri?
Jadi, berapapun penghasilan Anda, mari kita berbagi untuk memfasilitasi anak-anak yang kurang beruntung dibandingkan dengan kita. Insya Alloh kami akan selalu amanah. Akan sangat membantu jika Anda mau jadi donatur tetap maupun tidak tetap. Karena tanggungan kami Rp 18,2 juta/ bulan untuk SLB Maarif Muntilan, maka bantulah kami agar itu bukan menjadi hutang pribadi selama 10 tahun. Sisihkan infaq Anda ke BRI Nomor 0251-01- 009271-53-6 a.n Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan.
Terima kasih atas kebaikan Anda semua. Jazakumulloh ahsanal Jaza’
Muh. Muslih
Panitia Pengadaan Tanah SLB Maarif Muntilan/ HP 081804030020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar